Pada umumnya, dua belas minggu pertama dan setelah minggu ke-36 masa
kehamilan, ibu hamil disarankan untuk tidak bepergian jarak jauh. Pada
awal masa kehamilan, selain risiko
keguguran masih tinggi, sebagian wanita hamil sering merasa
mual dan lebih gampang lelah. Risiko keguguran kembali meningkat menjelang akhir masa-masa kehamilan.
Persiapan Bepergian Saat Hamil
Dengan persiapan yang tepat, bepergian saat hamil menjadi aktivitas yang aman. Berikut ini adalah panduan yang dapat diikuti:
- Sebelum
berangkat, pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu
untuk memastikan kandungan Anda cukup sehat untuk bepergian.
- Selain obat-obatan atau vitamin, bawa serta buku rekam medis kehamilan Anda sehingga dapat menjadi rujukan jika terjadi kondisi darurat saat di perjalanan.
- Cari referensi dokter atau rumah sakit bersalin terdekat di tempat tujuan Anda.
- Pastikan tempat yang Anda tuju memiliki lingkungan, makanan, dan minuman yang sehat, aman, serta higienis untuk ibu hamil.
- Disarankan untuk tidak bepergian ke daerah dengan tingkat penyakit atau infeksi yang tinggi seperti malaria.
Bepergian dengan Pesawat
Berikut
ini adalah beberapa hal yang patut menjadi perhatian jika Anda adalah
ibu hamil yang akan bepergian dengan pesawat terbang:
- Saat
memesan tempat duduk, pastikan posisi kursi yang Anda pilih benar-benar
nyaman. Disarankan untuk memilih kursi yang dekat dengan lorong, untuk
memudahkan pergerakan keluar masuk, pergi ke toilet, atau meminta
bantuan pramugari.
- Periksa kebijakan maskapai yang akan Anda
tumpangi mengenai penumpang yang sedang hamil. Tiap maskapai penerbangan
memiliki kebijakan tersendiri terkait usia kehamilan penumpang yang
diperbolehkan untuk bepergian. Ini ditentukan juga berdasarkan jarak
tujuan Anda. Beberapa maskapai melarang penumpang dengan usia kehamilan
37 minggu untuk terbang. Sementara jika Anda mengandung bayi kembar,
usia kehamilan 34 minggu umumnya sudah disarankan untuk tidak menaiki
pesawat.
- Disarankan untuk mengonsumsi banyak air minum. Kondisi pesawat dengan kelembapan rendah dapat memicu terjadinya dehidrasi.
- Disarankan
untuk menggerakkan anggota badan tiap 30 menit sekali untuk
memperlancar peredaran darah. Penurunan tekanan udara selama penerbangan
dapat sedikit mengurangi kadar oksigen di dalam darah. Selain itu,
penerbangan lebih dari lima jam juga berisiko membuat ibu hamil
mengalami pembekuan darah. Dengan banyak bergerak, aliran darah akan
menjadi lebih lancar.
- Untuk mencegah pembengkakan kaki, Anda dapat menutup kaki Anda dengan kaos kaki panjang atau stocking.
- Kecuali
Anda terus-menerus bepergian dengan pesawat, paparan radiasi dalam
pesawat yang terbang tinggi relatif tidak berbahaya bagi wanita hamil.
- Pastikan sabuk pengaman Anda terpasang di bagian bawah perut untuk mengurangi risiko turbulensi.
Pada satu sisi, sebaiknya Anda tidak bepergian dengan pesawat jika sedang berada dalam kondisi-kondisi berikut ini:
- Bayi Anda berisiko lahir prematur.
- Terjadi masalah pada plasenta kandungan Anda.
- Usia kehamilan Anda telah mencapai 36 minggu.
- Berdasarkan riwayat kesehatan tertentu, dokter menyarankan Anda untuk tidak bepergian dengan pesawat.
Bepergian dengan Mobil
Berikut ini adalah beberapa panduan jika Anda seorang ibu hamil yang berencana untuk bepergian jarak jauh dengan mobil:
- Hindari mengendarai mobil seorang diri dalam jarak jauh. Disarankan untuk pergi bersama teman atau pasangan Anda.
- Kenakan
sabuk pengaman dengan posisi tali atas menyilang di antara payudara dan
tali bawah menahan tulang panggul untuk mengurangi guncangan.
- Jaga agar sirkulasi udara di dalam mobil tetap lancar.
- Minum cukup air dan konsumsilah makanan ringan sehat seperti kacang dan buah-buahan untuk mencegah kantuk dan kelelahan.
- Untuk
mengurangi tekanan pada kandung kemih serta memperlancar peredaran
darah pada kaki, usahakan untuk turun dari kendaraan setidaknya tiap dua
jam sekali. Buang air kecil dan berjalan kaki saat jeda dapat membantu
mengurangi tekanan ini.
- Siapkan kebutuhan seperti kantong
plastik atau minyak kayu putih untuk berjaga-jaga jika Anda mengalami
mual selama di perjalanan. Kondisi ini umumnya rawan terjadi pada
trimester pertama.
- Bawa perlengkapan yang membuat Anda merasa nyaman untuk duduk di dalam mobil seperti bantal dan jaket.
Bepergian dengan Transportasi Laut
- Periksa
kebijakan penyedia jasa transportasi laut yang akan Anda naiki telah
memiliki peraturan tentang perlindungan ibu hamil. Beberapa perusahaan
menetapkan peraturan untuk tidak membawa penumpang dengan usia kehamilan
tertentu.
- Cari tahu apakah transportasi laut tersebut menyediakan pelayanan medis selama di dalam perjalanan, khususnya untuk ibu hamil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar