Senin, 10 Agustus 2015

Masa yang Sering Dianggap Paling Nyaman

Hamil 5 Bulan:

Sebagian wanita menyatakan bahwa di usia hamil 5 bulan ini mereka merasa paling nyaman. Bahkan dianggap sebagai masa paling aman untuk bepergian atau berlibur.
Jika saat hamil 4 bulan Anda kadang masih merasa mual, di masa ini umumnya rasa mual saat kehamilan telah usai. Tubuh Anda mulai dapat menyesuaikan diri untuk beraktivitas dengan perut yang membesar. Anda pun mulai dapat merasakan dan menikmati pergerakan si Kecil di perut dan nyaman untuk bepergian di masa hamil.
hamil 5 bulan, Alodokter

Bagaimana Pertumbuhan Janin?

Pada usia kehamilan 5 bulan atau minggu ke-21 ini, bayi Anda umumnya memiliki panjang sekitar 21,6 cm, dengan berat 0,34 kilogram.
Janin Anda telah menyerupai bayi yang siap lahir, namun dalam ukuran yang sangat kecil. Organ pankreas makin matang, bibir makin terbentuk, dan mata terlihat makin sempurna. Tetapi iris atau bagian dalam bola mata masih membutuhkan lebih banyak pigmen. Kelopak dan alis matanya telah terbentuk.
Usia 21 minggu
  • Bobot bayi kini mulai lebih berat dari plasenta.
  • Tubuhnya diliputi bulu-bulu halus bernama lanugo yang diduga berperan menjaga tubuh bayi tetap pada suhu yang diperlukan. Lanugo biasanya akan menghilang sebelum bayi lahir.
  • Kelopak mata bayi telah selesai terbentuk.
  • Si Kecil telah bergerak-gerak dan sementara itu organ pencernaannya juga menjadi makin matang.
  • Vagina pada bayi wanita telah terbentuk dan akan terus berkembang hingga masa kelahiran.
  • Bayi memperoleh oksigen dari Anda melalui plasenta. Paru-parunya memang belum berfungsi dengan baik, namun bayi mulai berlatih bernapas untuk mempersiapkan diri hidup di luar rahim.
Usia 22 minggu
  • Kaki bayi Anda sudah tidak terlalu menempel pada perut seperti sebelumnya.
  • Meski beratnya terus bertambah, tapi kulitnya masih tampak keriput karena belum memiliki cukup berat.
  • Organ penghasil hormon dan organ pankreas telah berkembang.
  • Gigi pertama memang belum akan muncul hingga beberapa bulan setelah lahir, namun tunas gigi telah terbentuk pada gusi.
Usia 23 minggu
Pendengaran makin sempurna. Kini dia bisa mendengar detak jantung dan bunyi pergerakan dalam perut Anda. Termasuk juga suara dari luar, seperti suara anjing menyalak, suara TV, dan suara percakapan di sekitar ibu.
Usia 24 minggu
  • Kini bayi telah sedikit memiliki lemak, meski kulitnya masih sangat tipis dan lemah.
  • Otak berkembang dengan sangat cepat.
  • Sidik jarinya makin terbentuk.
  • Paru-parunya berkembang dan membentuk cabang-cabang pernapasan.
  • Sel-sel tubuhnya mulai memproduksi surfaktan, yaitu substansi yang membantu kantung udara di paru-paru terisi begitu dia terlahir ke dunia.
  • Meski ada risiko cacat, bayi yang lahir prematur pada dan setelah usia 24 minggu punya kesempatan untuk hidup karena perkembangan paru-paru dan organ vitalnya telah cukup usia.
  • Pada usia 24 minggu, bayi berukuran sekitar 600 gram dan 30 cm.

Apa Saja Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Ibu?

Berat badan Anda mungkin akan bertambah 5,5 – 7 kilogram pada bulan ini. Setelah itu pertambahan berat badan Anda akan berkisar 225 gram perminggu. Banyak wanita menganggap bahwa masa hamil 5 bulan adalah kehamilan yang paling menyenangkan. Di masa ini, umumnya mual dan muntah yang sering dialami pada masa awal kehamilan mulai tidak terasa lagi. Anda juga mulai terbiasa beraktivitas dengan perut yang membesar.
Pada masa ini, perut Anda akan membesar dengan lebih cepat. Anda akan merasa lebih sering lapar dari biasanya. Namun pastikan Anda tetap menerapkan pola makan sehat. Stretch mark pada perut, paha, dan payudara umumnya dapat mulai muncul pada kehamilan 22 minggu. Mulanya stretch mark akan terlihat berwarna merah, kemudian memudar menjadi kelabu. Payudara Anda juga akan terasa lebih penuh sebagai tanda awal persiapan menyusui.
Untuk menghindari kaki bengkak setelah berdiri atau berjalan lama, biasakan untuk duduk setelah beberapa saat berdiri. Cuci wajah dua kali sehari terutama jika jerawat mulai bermunculan pada kulit Anda yang berminyak. Sebagian wanita akan mengalami pertambahan keluarnya cairan vagina. Hal ini tergolong normal selama tidak terjadi pendarahan dan cairan tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal dan nyeri. Rahim yang membesar dan menekan kandung kemih juga membuat Anda berisiko sering buang air kecil.

Apa Saja yang Perlu Diperiksakan?

Selain pemeriksaan umum seperti tekanan darah, suhu tubuh, berat badan ibu dan bayi, hal lain yang perlu diwaspadai adalah normal atau tidak normalnya cairan yang keluar dari vagina. Terkadang sulit untuk membedakan cairan urine dengan cairan ketuban yang memang tidak berbau. Pecahnya ketuban dapat terjadi secara tiba-tiba dan air ketuban mengalir dari vagina. Air ketuban yang mengalir secara tiba-tiba dalam volume banyak dapat menjadi pembeda yang signifikan. Untuk mewaspadai, periksakan diri jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa, baik itu cairan vagina yang tidak seperti biasa atau pendarahan.
Selain itu, di samping karena stretch mark, gatal-gatal saat hamil dapat diakibatkan karena gangguan yang cukup jarang terjadi, seperti gangguan hati kolestasis obstetri.
Selain itu, risiko bayi lahir prematur kini juga dapat dideteksi dengan tes Fetal fibronectin  (fFN). fFN adalah protein yang terdapat di dalam kantung ketuban dan membran janin yang dapat dijadikan rujukan apakah seseorang berisiko melahirkan secara prematur. Mengingat protein tersebut akan hilang setelah usia kehamilan di atas 22 minggu, maka masa 21-22 minggu adalah waktu yang tepat untuk menjalani tes ini bagi mereka yang mengalami gejala seperti kram perut dan perubahan pada cairan vagina.

Apa Hal yang Perlu Diperhatikan?

Meski usia hamil 5 bulan adalah kehamilan yang dirasa sebagian besar wanita sebagai masa yang paling nyaman, namun tetap saja banyak hal yang perlu dilakukan dan dihindari demi kesehatan ibu dan bayi:
  • Stretch mark yang mulai tampak kadang akan menyebabkan kulit gatal. Gunakan losion agar kulit tidak kering dan mengurangi risiko gatal.
  • Mata yang lebih sensitif, kering, dan cepat lelah adalah kondisi yang umum terjadi pada ibu hamil. Pastikan Anda mendapatkan istirahat cukup untuk mengurangi risiko mata kering ini.
  • Bayi Anda sudah dapat mendengar. Sebagian orang percaya bahwa dengan memperdengarkan musik, terutama musik klasik, kepada bayi dapat mendatangkan manfaat positif untuk janin. Meski belum dapat dipastikan manfaatnya secara keilmuan, namun tidak ada salahnya mencoba hal serupa untuk membuat mood diri sendiri lebih terjaga.
  • Konsumsi cukup cairan untuk menghindari pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Utamakan mengonsumsi air mineral, baru kemudian minuman lain, seperti jus dan susu. Hindari mengonsumsi kopi, minuman ringan bersoda, dan teh yang justru makin membuat tubuh berisiko dehidrasi. Warna urine yang kuning pekat mengindikasikan bahwa Anda tidak minum cukup air.
  • Nyeri ulu hati adalah gejala yang sering dialami ibu hamil. Jika Anda mengalami ini, cobalah untuk memperkecil porsi makan Anda dan mengonsumsinya dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Saatnya Anda dan pasangan mencari informasi untuk mempersiapkan diri mengasuh bayi. Anda dapat bergabung dengan komunitas ibu atau orang tua di dunia maya, seperti Mommies DailyThe Urban Mama atau Ayah ASI sebagai informasi pendukung bagi para ayah pendamping ibu menyusui.
  • Jika Anda adalah ibu pekerja, gunakan masa ini untuk mengajukan cuti hamil. Jika Anda berpikir untuk berhenti bekerja di kantor setelah melahirkan, inilah saat yang tepat untuk mendiskusikannya dengan pasangan.
Setelah terbiasa dengan pergerakan bayi, selanjutnya pada masa hamil 6 bulan, bayi akan lebih responsif terhadap suara maupun gerakan. Gerak tubuh ibu hamil sendiri bisa jadi akan makin berat karena perut yang membesar. Anda perlu terus bergerak secara aktif agar tubuh ibu dan bayi tetap sehat.

Pergerakan Bayi Mulai Terasa

Hamil 4 Bulan:

Pada usia hamil 4 bulan atau sekitar 1720 minggu, ibu hamil pada umumnya mulai merasakan pergerakan bayi mereka. Bentuk wajah bayi juga terlihat makin jelas.
Jika pada kehamilan bulan ke-3 Anda masih dapat mengenakan sebagian pakaian biasa yang longgar, pada masa ini kemungkinan besar Anda telah perlu mengenakan pakaian dan celana hamil. Pada bulan ke-4 ini, janin akan semakin membesar dengan wajah yang semakin terbentuk jelas.
hamil 4 bulan, alodokter

Bagaimana Pertumbuhan Janin?

Di awal usia hamil 4 bulan, bayi Anda akan kurang lebih berukuran 13 cm dengan berat sekitar 140 gram. Tempurung kepalanya yang tersusun dari tulang rawan akan mulai mengeras. Saraf tulang belakangnya mulai terselubungi oleh lapisan pelindung bernama mielin. Sementara kelenjar keringat juga mulai berkembang di seluruh tubuhnya. Tali pusatnya yang menjadi saluran sumber makanannya juga akan makin menguat dan mengembang.
Usia 17 minggu
  • Tubuhnya akan membesar mengikuti kepala sehingga wujudnya menjadi lebih proporsional.
  • Wajahnya akan mulai makin tampak serupa manusia dengan pertumbuhan alis dan bulu mata.
  • Meski kelopak matanya menutup, namun bola matanya mulai dapat bergerak. Mulutnya pun mulai dapat terbuka dan tertutup.
  • Jari-jari mulai terbentuk dan sidik jari telah tercipta. Tangannya mulai bisa mengepal.
  • Bayi akan merespons bunyi dari luar, seperti suara musik. Namun kemungkinan Anda belum dapat merasakan pergerakan janin tiap kali.
  • Tubuhnya belum banyak menyimpan lemak sehingga terlihat keriput.
Usia 18 minggu
  • Pembuluh darahnya telah nampak pada permukaan kulit.
  • Telinganya telah muncul, meski belum sempurna.
  • Pada usia ini, jenis kelamin bayi telah dapat dikenali.
  • Mulai minggu ini hingga minggu ke 20, ibu mulai merasakan dengan lebih jelas gerakan-gerakan bayi.
Usia 19 minggu
  • Janin telah dapat menelan cairan ketuban dan ginjalnya dapat membuang air seni.
  • Rambut di kepala mulai tumbuh.
  • Saraf untuk mencium, merasa, melihat, mendengar, dan menyentuh mulai terbentuk pada otak.
Usia 20 minggu
  • Tubuh bayi mulai dilindungi lapisan lemak bernama vernix caseosa. Lapisan ini melindungi kulit bayi yang lama berada dalam cairan ketuban.
  • Bayi Anda akan lebih banyak menelan. Tubuhnya akan menyerap air dalam cairan ketuban dan memasukkannya ke dalam usus besar.
  • Pada minggu ke 20, bayi kurang lebih berukuran 26 cm dan berberat 300 gram.

Apa Saja Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Ibu?

Pada usia kehamilan 17-20 minggu, ibu hamil sudah dapat merasakan pergerakan bayi mereka. Sementara perut yang terus mengembang membuat organ tubuh seperti usus bergeser posisi dan tubuh perlu menyesuaikan postur. Sebagai efek rahim yang mengembang, kulit perut akan mengalami pigmentasi sehingga bisa jadi akan terdapat garis hitam pada bagian bawah perut Anda. Kerontokan rambut yang normal mereda sehingga rambut kelihatan lebih tebal dari biasanya. Masalah lain yang mungkin dirasakan adalah kurang tidur, kelelahan, dan sakit kepala. Jika sakit kepala terasa sangat parah, sebaiknya segera periksakan diri karena dapat menjadi gejala penyakit tertentu.

Apa Saja yang Perlu Diperiksakan?

Selain kondisi umum seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan ibu/bayi, ada juga pemantauan penyakit. Jika terdapat riwayat penyakit keturunan, misalnya karena kelainan kromosom dalam keluarga, pada usia kehamilan 18-20 minggu ini, Anda dapat mengambil tes untuk mendeteksi kemungkinan kelainan pada bayi.
Jika Anda memiliki kondisi alergi, kemungkinan pada masa kehamilan ini kondisi tersebut akan makin terasa. Meski tergolong normal, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter jika alergi dirasa terlalu mengganggu. Dokter akan memastikan obat-obatan yang Anda konsumsi aman untuk janin.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan dan perlu dihindari pada usia kehamilan 17-20 minggu.
  • Rahim yang membesar kemungkinan akan membuat keseimbangan tubuh Anda terganggu. Maka jika sebelumnya terbiasa mengenakan sepatu berhak tinggi, kini saatnya untuk lebih memilih mengenakan sepatu datar.
  • Susah tidur adalah kondisi yang umum terjadi di masa ini. Gunakan bantal tambahan di sisi tubuh untuk menopang perut. Posisi terbaik adalah tidur menyamping agar pembuluh darah tidak tertekan oleh berat rahim. Berbaring telentang dapat membuat Anda pusing karena terbatasnya aliran darah ke jantung.
  • Pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat yang mencukupi kebutuhan zat besi tubuh agar bayi dapat membentuk sel darah merah. Zat besi umumnya terdapat pada daging unggas, ikan, daging merah tanpa lemak, dan bayam.
  • Pada masa ini, kemungkinan Anda akan merasakan nyeri yang sering terasa pada paha atau kaki, disebut nyeri saraf skiatik.
  • Tetap lakukan olahraga yang aman untuk ibu hamil.
  • Waspadai gejala tertentu seperti pendarahan yang dapat menjadi tanda kondisi serius. Gatal-gatal berlebihan juga dapat menjadi gejala gangguan hati yaitu  kolestasis obstetrik.
Setelah mulai merasakan pergerakan bayi di usia hamil 4 bulan ini, pada bulan berikutnya janin akan makin menyerupai bayi kecil. Pada kehamilan bulan kelima, gerakan bayi yang tadinya hanya sebatas tendangan halus akan berubah menjadi dorongan yang terasa lebih kuat. Selain itu, gejala-gejala kehamilan seperti mual dan sering buang air kecil akan mereda. Bulan tersebut bisa menjadi masa yang paling dinikmati bagi para ibu hamil.

Bayi Mulai Dapat Mendengar

Hamil 3 Bulan:

Jika Anda berniat memperdengarkan musik pada janin, Anda dapat memulainya di usia kehamilan 3 bulan ini. Pada masa ini, ia telah dapat mendengar bunyi-bunyian dan percakapan, baik suara Anda, maupun suara dari luar perut ibunya.
Di usia hamil 3 bulan, risiko keguguran menurun dibandingkan masa kandungan 2 bulan. Namun perut yang mulai tampak membesar akan membuat Anda perlu mengganti pakaian dengan busana yang lebih longgar dan nyaman. Seiring dengan berkurangnya morning sickness, Anda lebih dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tubuh saat mengandung.
Hamil 3 Bulan, Alodokter

Bagaimana Pertumbuhan Janin?

Di awal 3 bulan masa kehamilan ini, berat bayi menjadi sekitar 23 gram dengan panjang sekitar 7,4 cm.
Hamil minggu 13
  • Ovarium atau testis telah berkembang.
  • Organ kelamin juga telah terbentuk, meski belum dapat terdeteksi saat USG.
  • Janin Anda bisa jadi mengalami cegukan meski Anda tidak dapat merasakannya. Ini pertanda dia sedang berlatih bernapas.
  • Bayi Anda telah dapat mengisap. Ini merupakan persiapan nantinya akan mencari puting susu setelah lahir.
  • Jika bayi Anda perempuan, dia memiliki setidaknya 2 juta sel telur di dalam ovariumnya. Saat lahir, sel telurnya akan berkurang menjadi kira-kira 1 juta. Makin dewasa, jumlah sel telur akan makin sedikit. Pada usia 17 tahun, jumlahnya menjadi 200.000.
Hamil minggu 14
  • Bayi Anda berbobot 40 gram dengan panjang kira-kira 8 cm.
  • Bayi mulai menelan cairan ketuban sedikit demi sedikit. Cairan ini kemudian masuk ke perut dan diproses oleh ginjal, kemudian dialirkan kembali sebagai urine.
  • Lengan bayi telah menjadi lebih proporsional dengan ukuran tubuhnya.
  • Hati telah mulai memproduksi cairan empedu, sementara limpa mulai memproduksi sel darah merah.
  • Alis dan rambutnya mulai tumbuh.
  • Berkat sinyal dalam otaknya, otot wajah bayi kini dapat mulai memunculkan ekspresi tertentu, seperti menyipitkan mata, mengerutkan kening, dan menyeringai.
  • Ginjal bayi telah memproduksi urine yang dilepaskan ke kantung ketuban.
Hamil minggu 15
  • Pada minggu ini janin Anda akan berbobot 70 gram dengan panjang kurang lebih 9,1 cm.
  • Bayi Anda mulai dapat mendengar hal-hal, seperti suara sistem pencernaan, juga bunyi detak jantung dan suara Anda.
  • Meski matanya tertutup, dia dapat menjadi sensitif terhadap cahaya dari luar perut Anda.
  • Kulit bayi Anda begitu tipis sehingga pembuluh darahnya dapat terlihat.
  • Telinganya terus berkembang dan mulai tampak seperti telinga manusia dewasa.
  • Matanya perlahan-lahan mulai berpindah dari sebelah kanan dan kiri kepala jadi mendekat ke atas hidung.
  • Bayi Anda sering kali cegukan, tapi tidak akan mengeluarkan suara karena tenggorokannya penuh dengan cairan.
Hamil minggu 16
  • Janin Anda berbobot kurang lebih 100 gram dengan panjang 10 cm.
  • Otot pada wajah mulai terbentuk namun belum dapat dikontrol bayi.
  • Sistem saraf mulai berkembang, sehingga otot pada anggota tubuhnya dapat melentur.
  • Di dalam rahim, dia sudah mulai bermain dengan memainkan tali pusat.
  • Kepala bayi telah mulai tegak dan matanya telah berada di posisi seharusnya.
  • Saluran kencing telah bekerja.

Apa Saja Perubahan yang Terjadi pada Tubuh Ibu?

Jika saat hamil 1 bulan dan hamil 2 bulan Anda merasakan morning sickness secara terus-menerus, di usia hamil 3 bulan ini Anda mungkin akan merasa lebih sehat. Gairah seksual yang barangkali turun di awal kehamilan, saat ini bisa jadi telah beranjak naik. Namun keengganan berhubungan seksual juga termasuk hal yang normal.
Sebagian perut wanita mulai tampak membesar. Frekuensi buang air kecil bisa meningkat karena kantong kemih yang tertekan rahim. Meski belum mengenakan busana hamil, namun Anda mungkin telah mengganti pakaian sehari-hari dengan pakaian yang lebih longgar dan nyaman. Sementara stretch mark juga bisa mulai tampak pada perut bagian atas, bokong, paha, dan payudara. Payudara Anda mulai mempersiapkan produksi air susu ibu (ASI) sehingga terasa lebih kencang dan membesar. Pembuluh darah juga mulai terlihat pada kulit payudara.

Apa Saja yang Perlu Diperiksakan?

Selain memeriksakan kesehatan dan pertumbuhan bayi dengan USG serta kesehatan ibu, berikut ini beberapa hal yang juga perlu diperiksakan.
  • Buang air kecil lebih sering di masa hamil adalah hal normal. Namun jika Anda merasakan nyeri saat buang air kecil, bisa jadi itu adalah gejala infeksi saluran kemih. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi ginjal.
  • Sakit kepala saat hamil juga hal yang normal. Tetapi kondisi tersebut dapat menjadi gejala penyakit serius jika skala sakitnya tidak tertahankan dan dialami terus-menerus.
  • Periksakan gigi dan gusi Anda agar terhindar dari infeksi di masa hamil.
  • Periksakan jika tiba-tiba terdapat tahi lalat yang sebelumnya tidak ada atau jika terjadi perubahan pada warna atau bentuknya.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan dan perlu dihindari pada usia kehamilan 4-7 minggu.
Berhubungan seksual
Gairah seksual yang mulai kembali normal setelah dua bulan masa awal kehamilan sebenarnya tidak perlu dibendung. Bayi Anda dilindungi oleh cairan ketuban di dalam rahim sehingga berhubungan seksual di masa kehamilan adalah hal yang tidak berbahaya. Namun hubungan seksual sebaiknya dihindari jika:
Mengatasi stretchmark
Berolahraga dan mengoleskan losion dengan kandungan vitamin E dan asam alfa hidroksi dapat membantu meringankan stretchmark. Namun hati-hati dengan kandungan suplemen ataupun krim yang dapat terserap ke dalam darah ibu hamil dan membahayakan bayi. Jika dibiarkan, stretchmark sebenarnya dapat hilang atau berubah warna dengan sendirinya setelah persalinan.
Posisi tidur yang nyaman
Berbaring dengan posisi menyamping adalah posisi tidur yang paling nyaman dan sehat untuk ibu hamil. Berbaring telentang dapat menyebabkan pembuluh darah besar Anda tertekan rahim. Gunakan bantal tambahan untuk membuat posisi lebih nyaman. Pijatan ringan pada punggung dapat dilakukan oleh suami untuk meringankan pegal yang kerap dialami ibu hamil.
Mintalah bantuan kepada pasangan atau kerabat lain untuk mengerjakan hal-hal tertentu yang dikhawatirkan dapat membahayakan, seperti menjemur pakaian di lantai atas atau mengangkat galon air minum. Pada usia hamil 4 bulan perut akan makin menonjol dan pergerakan bayi akan mulai terasa.

Mengenal Pergerakan Janin

Ketika Bayi Mulai Menendang, Ini yang Sebenarnya Terjadi


tendangan pertamanya
tendangan pertamanya

Tendangan bayi menandakan keaktifan dan perkembangannya, sekaligus menunjukkan bahwa kehamilanmu telah memasuki tingkat berikutnya. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya apa bayi memang menendang saat kamu merasa begitu, atau ada hal lain yang sebenarnya terjadi dan ingin disampaikan tubuhmu saat bayi mulai menendang?
Berikut ini beberapa jawaban dari pertanyaanmu:

Tendangan yang Kamu Rasakan Bukan Hanya Karena Bayi Menendang

Bayi akan tumbuh dan bergerak dalam rahim, dan gerakan itulah yang kamu rasakan sebagai tendangan. Bayi akan mulai bergerak dan terasa menendang ketika dia mengalami cegukan, menggerakkan tangan, mengubah posisi, dan melakukan banyak hal lainnya. Namun, tidak semua ini bisa dirasakan oleh ibu. Karena bayi yang menendang atau bergerak tadi kadang hanya terasa seperti perut yang mengencang, atau getaran terus-menerus di bagian perut.

Bayi Sedang Merespon Lingkungannya

Bayi dalam rahim juga meregangkan badan untuk bersantai atau mengubah posisi, makanya kamu akan merasa seperti ditendang. Hal ini normal bagi perkembangannya, karena bayi juga bergerak untuk menanggapi rangsangan dari luar seperti bunyi yang didengarnya, perubahan cahaya, atau makanan yang dikonsumsi sang ibu. Jadi, jika kamu segera mengelus perut setelah bayi menendang, ini pasti akan menenangkannya.

Bayi Menendang Lebih Sering Setelah Kamu Makan

Bayi yang sehat akan menendang perut sekitar 15 hingga 20 kali sehari, dan akan lebih sering lagi jika kamu mengonsumsi makanan, atau sang bayi merespon suara keras.

Sebenarnya Bayi Sudah Mulai Menendang Sejak Usia 9 Minggu

Meski di usia 9 minggu ukurannya masih sangat kecil, tapi bayi sudah bisa menendang. Hanya saja, sang ibu belum bisa benar-benar merasakannya, dan umumnya bisa terlihat saat scan USG. Ketika memasuki usia 18 atau 19 minggu, barulah kebanyakan ibu akan merasakan tendangan pertama bayinya. Meskipun begitu, momen ini sering dilewatkan ibu hamil karena kurang peka. Apalagi, tendangan bayi kadang hanya terasa seperti getaran konstan di wilayah perut.
Nah, baru pada minggu ke 24 bayi mulai lebih sering menendang sehingga besar kemungkinan sang ibu bisa merasakan tendangannya.

Berkurangnya Jumlah Tendangan Menunjukkan Ada Sesuatu yang Salah

Gerakan janin yang berkurang perlu lebih diperhatikan dan diwaspadai oleh sang ibu, karena bisa saja bayi kurang mendapatkan nutrisi dan oksigen. Selain itu, bayi juga bisa lebih tenang dan jadi jarang bergerak akibat merasa stres. Bahkan, gerakan bayi juga bisa berkurang jika ibu salah makan, misalnya sesuatu yang membuat gula darah sang ibu menurun.

Meskipun Begitu, Tendangan yang Jarang Gak Selalu Menunjukkan Masalah

Sama seperti kamu yang akan bergerak jika menginginkannya, bayi dalam perutmu juga akan bergerak jika dia memang membutuhkannya. Makanya kapan bayi akan menendang gak akan bisa diprediksi. Apalagi, bayi di dalam perut juga akan beristirahat cukup sering dengan rentan waktu antara 40- 50 menit sehingga bukan masalah jika bayi begitu tenang. Bahkan pada usia 36 minggu bayi akan lebih sering diam, karena ruangnya bergerak sudah sangat terbatas.
Nah Gladis, lengkapi momen kehamilan dengan terus memberikan kasih sayang dan perhatian penuh pada bayimu ya! Agar kamu bisa merasakan tendangannya dan semakin siap menjadi ibu.

Faktor yang Memengaruhi Gerakan Janin


 Secara umum, pada bumil yang baru pertama mengandung, gerakan janin mulai dirasakan saat usia kehamilan 18-20 minggu. Sedangkan pada bumil yang mengandung calon anak kedua sudah bisa mengenali gerakan janin pada usia kehamilan 15-18 minggu. Mengapa berbeda? dr Handy Suryana, SpOG dari RS Royal Trauma Jakarta menjelaskan faktor pengalaman bumil menjadi pembedanya.

Aktifnya janin bergerak menjadi salah satu ciri janin sehat. Makin sering dan kerasnya gerakan, makin bagus kondisi janin. Bila dalam 12 jam terakhir gerakan janin lebih dari 10 kali bisa dikatakan ia baik-baik saja. Tapi angka-angka itu masih dibilang subyektif, karena bagi bumil dengan bobot beran badan berlebih, jumlah gerakan janin yang dirasakan akan berbeda dengan bumil yang kurus.

Pada bumil berberat badan lebih, lemak yang melapisi perut membuatnya kurang sensitif dengan getaran dari gerakan janin. Boleh jadi, pada ibu dengan berat badan berlebih, gerakan janin baru terasa di minggu ke-20.

Tak hanya terkait dengan bobot tubuh calon ibu yang menyebabkan gerak janin sulit atau tidak terdeteksi. Air ketuban juga dapat berpengaruh pada gerakan janin. Pada bumil dengan jumlah air ketuban berlebih, gerakan janin relatif tak terasa.

Begitu juga gerakan janin pada tiap trimester tentu terasa berbeda kekuatannya. Yang jelas pada trimester ketiga, gerakan janin akan lebih terasa dan frekuensinya/intensitasnya pun lebih banyak.

Meski begitu, setiap bumil merasakan gerakan janin berbeda-beda atau variatif. Mungkin pada trimester pertama, bumil seperti merasakan diketuk oleh janin. Pada trimester berikutnya, perut tampak seperti ombak yang bergelombang lantaran gerakan sang janin. Lalu, pada usia kehamilan selanjutnya, perut ibu seperti mengencang, tampak tonjolan di dinding perut mungkin itu tangan janin yang sedang memukul atau menggeliat, atau kakinya yang sedang menendang.

Bumil bisa memantau gerakan janin dalam rahim, kapan saja. Berikut yang bumil perlu siapkan saat memantau gerak janin di rumah:
* Siapkan kondisi fisik dan psikis agar tenang, rileks dan tak melakukan aktivitas lain.
* Upayakan posisi tidur menyamping agar lebih mudah mendeteksi gerakan janin, selain ibu juga merasa lebih nyaman.
* Berkonsentrasilah untuk "menangkap" gerakan janin, fokus, dan beri perhatian penuh.
* Lakukan stimulasi seperti mengelus, mengajak bicara atau mendengar musik.

Selanjutnya bumil bisa merasakan gerakan janin setidaknya dalam 20 menit terasa tujuh kali gerakan.

(Tabloid Nakita/Hilman Hilmansyah)

Memantau Gerakan Janin dalam Kandungan



Dalam pemeriksaan rutin, dokter kandungan biasanya akan memantau gerakan janin yang merupakan salah satu indikator kesehatan janin. Umumnya observasi terhadap gerakan janin dilakukan melalui pemeriksaan USG dan pemeriksaan menggunakan kardiotokografi.
Sebenarnya, jelas dr. H. Taufik Jamaan, SpOG, ibu juga bisa melakukannya sendiri. Misalnya, saat tengah berbaring santai di rumah. Soal waktu, saran Taufik, sebaiknya dilakukan setelah memasuki trimester ketiga karena dapat memberikan gambaran yang terjadi pada janin. “Pertimbangannya, setelah memasuki usia kehamilan 28 minggu, gerakan janin akan lebih njlimet, makin kuat, dan frekuensinya pun kian kerap. Jadi, bila janin relatif diam, mesti dicurigai. Akan tetapi yang kelewat aktif pun harus diwaspadai,” urai ginekolog dari Klinik Fertilitas Morula RS Bunda Jakarta.
Diharapkan, janin melakukan gerakan normal minimal 10 kali sehari. Kendati begitu, tidak adanya gerakan bukan selalu pertanda buruk. Bisa saja si janin saat itu tengah tertidur nyaman dalam rahim (sleeping baby). Jika benar demikian, tak ada ruginya melakukan usaha-usaha membangunkannya. Misalnya dengan mencari letak kepala janin lalu menggoyang-goyangkannya. Bila ia bergerak lagi, berarti janin dalam keadaan normal. Bisa juga membangunkannya dengan suara dengan frekuensi tertentu. Di rumah sakit, biasanya tersedia bel khusus yang akan dibunyikan di atas perut ibu. Janin yang normal akan meresponnya dengan bergerak kembali.
BERPUTAR TANPA HENTI
Namun jika janin diam saja alias tak merespon sama sekali rangsangan fisik dan suara yang diberikan, “Justru patut diwaspadai. Bukan tidak mungkin ia tengah mengalami hipoksia berat (kekurangan oksigen).” Salah satu penyebabnya, janin terlilit tali pusat. “Kondisi ini bisa diibaratkan dengan wajah yang tiba-tiba ditutup dengan tas plastik, hingga kita kesulitan atau malah tak dapat bernapas. Dalam usaha membebaskan diri dari kondisi tak bisa bernapas seperti itu, yang bersangkutan pasti akan membuat gerakan-gerakan memberontak.
Itu pula yang akan terjadi dengan janin. Bila terlilit tali pusat, ia akan bergerak sedemikian aktif guna membebaskan diri dari lilitan tersebut. Gerakan tersebut akan dirasakan ibunya sebagai gerakan berputar-putar tak menentu tanpa henti. Akan tetapi setelah beberapa waktu terjadi hal sebaliknya, janin tak banyak gerak atau malah diam sama sekali. Biasanya bila ibu segera menyadari dan bertindak cepat, masih ada waktu kira-kira dua jam untuk menyelamatkan nyawa janin.
TERLILIT TALI PUSAR
Pada trimester kedua, jika berdasarkan pantauan USG janin terlihat terlilit tali pusat, Taufik menganjurkan ibu lebih waspada. Kondisi demikian, jelasnya, berarti janin memiliki faktor risiko walau tak selamanya kondisi lilitan bakal membahayakan janin. Artinya, meski terlilit tali pusat, janin tetap bisa dilahirkan normal.
Tentu saja ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yakni jika lilitannya tak terlalu kencang hingga janin tak begitu terjerat kuat. Faktor lain adalah tali pusat yang panjang dan air ketuban yang banyak. Sebab, jika air ketubannya sedikit, dikhawatirkan janin akan semakin menekan tali pusat hingga ikatan di lehernya kian kencang. Atau sebaliknya, bila tali pusatnya pendek, makin lama ikatannya makin erat.
Dalam kondisi ini, biasanya dokter akan memantau arus darah pada tali pusat. Bila lebih meningkat berarti jeratannya semakin kuat. “Kondisinya sama saja dengan selang air. Bila selangnya dipencet, semburan airnya kian kencang/deras. Nah, kalau arus darah semakin deras, berarti ada efek penekanan pada tali pusat yang dapat membahayakan janin.” Untuk menyelamatkan nyawa janin, biasanya akan dilakukan operasi untuk mengeluarkan janin lebih cepat.
Namun tak selamanya janin yang bergerak hiperaktif identik dengan hipoksia atau kekurangan oksigen. Bisa juga karena ulah si ibu sendiri. Semisal makan sate kambing. “Sate kambing itu panas, lo, dan bisa meningkatkan denyut jantung yang berimbas janin cenderung hiperaktif. Oleh sebab, ibu hamil tidak disarankan makan sate kambing,” kata Taufik.
BEDA USIA, BEDA GERAKAN
Gerakan janin, jelas Taufik, berbeda pada setiap usia kehamilan. Gerakan pertama biasanya dirasakan si ibu pada usia kehamilan antara 14-16 minggu yang disebut dengan wickening. Di usia ini janin mulai tumbuh besar dan air ketuban pun tersedia cukup banyak, hingga ibu bisa merasakan janinnya bergerak sedikit. Sensasi yang muncul seperti “dikitik-kitik” atau serasa ada bola kecil menggelinding lembut dalam rahimnya. Tapi tak setiap ibu hamil akan merasakan gerakan janin di usia kehamilan yang sama. Yang belum pernah hamil umumnya agak telat merasakan gerakan awal ini, yakni di atas usia kehamilan 16 minggu.
Sampai usia kehamilan 28 minggu boleh dibilang gerakan janin belum begitu bermakna. Artinya, belum dapat menjadi indikator kesehatan janin seperti pada trimester akhir. Kecuali dengan bantuan alat canggih seperti USG yang memungkinkan mengamati gerakan, bahkan denyut jantung bayi. Gerakan janin baru akan terasa menghebat pada usia kehamilan 28 minggu. Karena proporsi yang paling besar saat ini adalah kepala, maka janin akan berputar-putar bahkan ber”salto” sedemikian rupa agar bisa memposisikan kepalanya ke arah bawah.
MEMANTAU DENGAN TABEL KHUSUS
Untuk memudahkan pemantauan gerakan, buatlah semacam tabel sederhana berisi 3 kolom. Kolom pertama diberi judul “Hari”, yang berikut “Jam”, dan kolom terakhir “Jumlah Tendangan”. “Caranya, tak perlu memegangi perut setiap jam seharian penuh, kok. Cukup setiap 5-6 jam atau 3 kali sehari, pagi, sore dan malam hari. Kalaupun masih dianggap kelewat menyita waktu, bisa dilakukan 2 kali sehari, yakni setelah sarapan dan makan malam.
Teknisnya, tempelkan tangan di atas perut hingga ibu bisa merasakan gerakan janin sekaligus menghitungnya. Ibu harus dalam kondisi relaks, posisi berbaring ke kiri agar rahim tak menekan aorta dan pembuluh darah yang berada di atas rahim. Gerakan janin sendiri biasanya berirama/bergelombang mengingat janin berada di kantong yang penuh air.
Nah, pada trimester akhir di saat janin sudah semakin besar, ruangan yang tersisa dalam rahim pun kian sempit, hingga gerakannya tak lagi leluasa. Semisal tak bisa melakukan gerakan “salto” seperti di bulan-bulan sebelumnya. Yang masih banyak bergerak hanyalah kaki atau tangannya. Kepala pun tidak banyak bergerak karena umumnya sudah berada di bawah.
Kini, hitunglah setiap kali janin “menendang”, “meninju” atau sekadar berkelit lalu tuliskan dalam tabel. Umpamanya, Kamis jam 08.00, janin bergerak 6 kali. Sementara di hari yang sama, jam 12.00, jumlah gerakannya 4 kali, sedangkan malam hari gerakannya mencapai 10 kali. Maka bila ditotal, gerakan hari itu mencapai 20 kali dan ini masuk kategori normal.
Sebaliknya, jika total gerakan janin sehari kurang dari 10 kali, segera hubungi dokter atau langsung periksakan diri ke rumah sakit. “Di rumah sakit biasanya akan dilakukan rekaman gerakan janin dengan menggunakan kardiotokografi. Dengan alat ini gerakan janin maupun kontraksi rahim bisa ‘terbaca’ lebih baik dan akurat,” ujar Taufik.

Bayi Menendang pada Rahim Ibu

Setiap ibu yang sedang mengandung, pasti sangat menjaga kesehatan pada kandungannya agar berjalan lancar. Dengan bertambahnya usia kandungan, ibu akan segera merasakan beberapa gerakan sang bayi anda yang masih ada di dalam rahim, sang bayi seakan memberikan tanda pada ibu atas ketidaksabarannya untuk lahir dan segera melihat wajah sang ibu. Gerakan-gerakan kecil yang dilakukan oleh sang bayi sangat bervariasi. Bayi tidak hanya menendang, terkadang bayi tersebut berputar, bergeser, bergoyang, meninju dengan tangannya yang sangat mungil, dan pada saat bayi mengalami cegukan sang ibu dapat merasakannya. Sang ibu pun dapat merasakan keadaan bayinya yang tumbuh penuh dengan energi.
Bermacam gerakan bayi itu terkadang dapat membuat ibu sangat sangat bahagia, namun terkadang bercampur dengan perasaan khawatir yang akhirnya menimbulkan banyak pertanyaan, seperti apakah gerakan bayiku ini normal ataukah berlebihan? Gerakan yang sering dilakukan oleh bayi biasanya memiliki keunikan yang berbeda. Gerakan yang dilakukan oleh bayi sangat beragam dan terjadi dalam kurun waktu yang berbeda juga. Biasanya bayi dengan pertumbuhan di dalam rahimnya baik dan sehat, maka bayi tersebut akan bergerak lebih sering dan aktif. Dengan begitu, sang ibu dapat dengan mudah mengenali gerakan bayi jika sedang menurun.
Bagi ibu yang memiliki badan yang cenderung kurus kemungkinan besar gerakan bayi anda akan terasa lebih cepat dibandingkan dengan ibu lainnya yang mempunyai badan lebih gemuk. Ibu dapat merasakan gerakan bayi saat usia kandungan memasuki 16-22 minggu, walaupun sebenarnya bayi sudah dapat bergerak pada usia kandungan 7 atau 8 minggu. Dan anda juga sudah dapat melihat aksinya saat anda melakukan pemeriksaan menggunakan ultrasonografi. Pada usia kandungan memasuki 5 bulan, saat itu ibu akan mulai merasakan kegelisahan yang dialami oleh sang bayi atau hanya sekedar menggeliat. Namun gerakan yang dilakukan oleh sang calon bayi akan semakin terasa pada saat bayi tersebut melakukan aksinya dan tendangannya akan terasa sangat kuat disebabkan semakin kuat otot-otot kecilnya dan sistem motorik bayi yang sedang bekembang.
Ibu yang baru saja menjalani kehamilan dapat merasakan beberapa gerakan bayi pada usia kehamilan berusia 18-24 minggu. Namun hal itu disebabkan juga oleh faktor-faktor yang bisa mempengaruhi cepat atau tidaknya sang ibu dapat merasakan gerakan bayi, faktor yang pertama berat badan sang ibu, tempat plaenta dan berapa kali sebelumnya anda mengalami kehamilan. Pada saat ibu melakukan aktivitas sehari-hari, itu bisa membuat bayi anda terbuai hingga tertidur. Namun pada saat ibu sedang beristirahat, pada saat itu ibu baru merasakan kegiatan bayi tersebut. Setelah makan biasanya kadar gula di dalam darah meningkat sehingga dapat memberikan energi bagi bayi, atau ketika ibu cemas sang bayi juga akan merasakan hal yang sama. Berbeda ketika ibu sedang rileks, bayi akan terasa seperti sedang terbangun.
Setelah memasuki trimester 3 atau usia kandungan memasuki 7 bulan, biasanya dokter menganjurkan ibu untuk menghitung jumlah tendangan bayi setiap harinya. Pilihlah waktu yang tepat untuk merasakan tendangan bayi. Duduk dengan tenang atau berbaring pada satu sisi agar perhatian ibu tidak teralihkan. Hitung seluruh gerakan yang dilakukan seperti gerakan meninju dan menendang. Jika dalam kurun waktu 1 jam tidak kunjung melakukan 10 gerakan, maka ibu harus segera mengkonsumsi buah-buahan, berbaring atau berjalan-jalan, itu berguna untuk membangunkan bayi tersebut. Jika dalam waktu 2 jam gerakan yang bayi anda hasilkan kurang ataupun lebih dari 10 gerakan maka segeralah konsultasikan pada dokter anda.